Sabtu, 30 Januari 2016

Bicara Tentang ...

Pacar, tunangan, suami/istri, TTM atau apalah itu istilahnya, semua orang memang membutuhkan. Bicara soal pasangan, entah mengapa hal itu bisa menjadi momok menakutkan bagi seseorang yang jomblo di tengah keramaian.

Mulut boleh berbicara,  ‘Ah, buat apa pacaran kalau akhirnya putus lalu jadi bekas?’ atau ‘Ah, masih dua puluh tahun ini, kerja keras aja kejar cita – cita…”

Tapi percayalah sebenarnya ungakapan itu hanya sebagai hiburan semata. Menghibur diri yang tengah gundah gulana dan gelisah akibat belum menemukan pasangan.

Nah kalau ada yang bertanya hal demikian diatas. Maka akan saya jawab, gapapa iseng aja. Hitung–hitung melepas unek–unek dalam hati. ini ciyusss loh!!! jadi jangan serius amat baca postingan ini ya ? wkwkwkwk :LOL

Senin, 11 Januari 2016

[Review Novel – I Believe Your Story ] - Minal Ain

Judul                : I Believe Your Story
Penulis             : Minal Ain
Penerbit           : Buku Oryzaee Publisher
           
I believe your story merupakan novel versi E-book yang diluncurkan oleh Buku Oryzaee (BO) Publisher di playstore. Bulum tersedia dalam bentuk cetak, but who know someday ?  Mau ebook atau cetak, apapun itu tak mengurangi ke-kecean novel ini. 

Kamis, 07 Januari 2016

Dear Ibu

Ibu, tak terasa dua puluh tahun telah berlalu sejak kau mengenalkanku pada kehidupan bernama fana ini. Rupanya sang waktu berlalu begitu cepat. Hingga saat inipun aku belum bisa membalas jasamu, meskipun aku yakin sampai akhir hayatkupun aku tak akan mampu untuk membalas jasamu yang begitu besar itu. 

Ibu, terima kasih telah mengenalkanku pada arti kehidupan yang sebenarnya. Telah mengajarkanku untuk bersyukur dengan apa yang kita terima. 


Selasa, 29 Desember 2015

Satu

        Ternyata benar, seorang sahabat lebih berarti daripada seribu teman. Seorang teman hanya datang ketika sebuah masalah mendera, dan hilang ketika kebahagiaan tiba. Memiliki seribu teman tak ada artinya jika hati serasa tak berkawan. Satu orang yang tulus lebih baik daripada seribu orang modus. Namun untuk menemukan yang satu, juga diperlukan hati yang tulus dan ikhlas.

            Ikhlas iika hanya direpotan,
            Ikhlas jika hanya dijadikan kebutuhan,
            Ikhlas jika pada akhirnya tak diperdulikan.
            Manusia bukanlah seonggok daging yang tak berperasaan,
            Manusia memiliki hati yang lebih peka dari indra perasa.

          Diam ketika diacuhkan, bukan berarti hati telah hilang rasa. Melainkan hanya itulah satu – satunya cara tuk meredam sesak yang meradang. 

  

Jumat, 18 Desember 2015

Ironi

Hidup itu ajaib ya ? 

       Terkadang apa yang ada di sekitar kita bertentangan dengan perasaan yang kita terima.

       Pernah merasa sendiri di tengah keramaian ?
       Aku pernah. Tidak, ini bukan tentang berada di tengah alun – alun kota yang ramai dengan histeria masyarakat. Bukan pula tentang berada di tengah keramaian pasar yang sesak. Ini tentang kaburnnya rasa solidaritas. Sering kali aku merasakan kumpul bersama di tengah – tengah para teman, namun yang aku rasakan justru sendirian. Terabaikan dan dikucilkan. Seakan ada sekat tak kasat mata yang memisahkan. Entah faktor apa yang menyebabkan ? akupun tak pernah mengambil kesimpulan. Atau lebih parahnya terlalu takut menerima kenyataan jika sebenarnya diri ini tak sebanding dengan mereka. Berbeda kasta, pendapat dan pranata sosial.