Kamis, 17 Januari 2019

Sebuah Sapaan HAY

Sebenarnya saya mulai menghindari menulis hal-hal yang penuh sentimentil seperti ini. Namun sepertinya kali ini saya harus menuliskannya. Saya tidak tahu apakah yang saya tulis ini berfaedah atau tidak, yang jelas saya hanya ingin sedikit berbagi perihal pandangan hidup. 
Dulu, saya pernah bersikap skeptis. Menjauh dari semua hal karena masalah sepele. Saya pikir membuat benteng yang sangat tinggi bisa sedikit mengurangi rasa sakit hati. Namun ternyata saya salah. Yang saya terima justru sepi yang mencekam. 

Perlahan saya mulai menekan ego. Sedikit demi sedikit meruntuhkan tembok yang sempat saya bangun.  

Dan di saat hati mulai belajar ikhlas, di situ pula kedamaian saya temukan. 

Mungkin kalian tidak akan percaya jika sekadar sapaan "HAY" atau sebuah teguran basa-basi ternyata bisa berdampak luar biasa bagi seseorang. Bahkan saya pernah membaca jika ada seseorang yang tengah frustasi hingga berniat bunuh diri menjadi urung lantaran mendapat sebuah pesan berisi satu kata itu. 

Mengapa? 

Karena pada saat orang berada pada titik terendah hidupnya, mendapat pesan seperti itu menjadi angin segar bagi dirinya. Ia merasa masih ada orang lain yang mengingatnya. Dan orang tersebut ialah orang yang mengiriminya pesan teks tersebut. 

Susah sebenarnya mendeskripsikan lebih detail, namun saya pernah merasakannya kok. Meskipun saya tidak berniat bunuh diri juga sih. Hehehee .... 

Selasa, 18 Desember 2018

Adik

"Ya nggak tahu aku. Terserah kamu. Itukan untuk kamu sendiri. Aku bisa sendiri kok tanpa kamu."

Ah, seandainya aku bisa selugas itu dalam berkomunikasi dengan teman-teman. Tidak sungkan mengatakan tidak. Adikku memang pintar...
Itu salah satu percakapan adik dengan temannya yang tidak sengaja aku dengar.

Ayah


Jadi ceritanya kemarin sedang melakukan tugas PPS. Salah satu orang yang saya datangi bercerita tantang Ayah ....

"Kamu beruntung punya Orangtua seperti beliau. Semangat sekali bekerja untuk biaya sekolah kamu. Jangan sia-siakan perjuangannya ya, Nak!" 

***

Ya Allah ... Sehatkan selalu Ayahku. Halalkan rizkinya, dan bantu hamba agar bisa membawa-Nya ke surga-Mu. Hamba sangat menyayanginya ya Allah ... 
Nggak tahu lagi akan seperti apa hamba, jika tanpa orangtua sepertinya. Terimakasih atas perjalanan spiritual yang hamba alami, terima kasih atas cinta yang selalu engkau hadirkan di hati hamba. Meskipun sejatinya hamba belum bertemu dengan dia yang akan menjadi imam hamba, namun hamba memiliki keluarga yang sangat sempurna. 

Setiap hamba mengingatMu, rasanya hati hamba hangat. Maafkan hamba yang selalu mengeluh ya Allah... Maafkan hamba yang masih seringkali iri melihat teman-teman hamba menikah. Terlebih mereka yang usianya jauh lebih belia. 

Genggam tangan hamba ya Allah. Ingatkan selalu dalam hati hamba, jika rencanaMu sangatlah indah. Jika Engkau sangat menyanyangi hamba. Dan terbukti karena engkau memberi hamba keluarga hebat ini ya Allah .... 

Rabu, 01 Agustus 2018

(10/25) Surat dari Dini


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...

Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih atas surat yang engkau berikan padaku kemarin. Melalui itu aku mulai belajar menganalmu. Oh ya, aku ingin menegaskan sekali lagi, apakah kamu yakin akan terus melanjutkan perjodohan ini? 

Senin, 23 Juli 2018

Bonus Demografi


Bonus demografi adalah sebuah kondisi di mana populasi penduduk suatu negeri didominasi oleh penduduk usia produktif.  Rentan usia produktif adalah 15-64 tahun. 
Saya mendengar istilah ini pada saat kelas 3 SMK, dan pada saat itu usia saya adalah 17 tahun. Tak banyak yang terpikir oleh saya kala itu, karena yang terpikir hanyalah bagaimana caranya bisa lulus sekolah dengan nilai bagus agar bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah. 
Beranjak pada masa kuliah, ada sebuah massa, di saat mata kuliah pendidikan kewarganegaraan kami melakukan debat kelas. Ada yang mengatakan program KB cukup efektif untuk menanggulangi kemiskinan penduduk negeri. Kemudian saya berpikir, kalau semua masyarakat mencanangkan KB dan hanya memiliki keturanan terbatas, anggaplah 2 anak cukup. Lalu apa kabar bonus demografi nanti? Padahal kabarnya Indonesia akan mengalami puncak demografi pada saat tahun 2030 mendatang.