Jumat, 01 Desember 2017

Ibu itu ...



Wanita paling cerewet dan bawel setengah mati. Bawelan itu jika menyangkut kenakalan  serta ke-keras-kepala-an kami (read:keluarganya). Terkadang juga menjadi wanita paling sabar, seperti saat dulu ketika aku pertama kali masuk sekolah dasar, aku tak pernah mau masuk kelas jika tidak duduk sebangku dengan ibu, kemudian dengan kesabarannya yang tingkat dewa ibu menemaniku, menekan rasa malunya demi meminta izin kepada wali kelas agar diperbolehkan masuk kelas dan duduk menemaniku.

Kamis, 30 November 2017

Jodoh



Sesuatu hal akan menarik untuk disimak/didengarkan/dibaca apabila hal tersebut relate dengan pendengar/pembacanya. Hal itu pula yang akhir-akhir ini mulai saya rasakan. Dulu, saya begitu malas untuk membaca hal-hal berbau jodoh/perjodohan.  Entah itu fiksi atau bacaan nonfiksi. Walaupun tetap saya baca sebanarnya, tak dapat dipungkiri jika otak saya mengeluh, bertanya-tanya apa sih menariknya ini? mengapa banyak sekali yang membahasnya? (itu dulu ketika saya berumur belasan tahun)

Minggu, 12 November 2017

Cukup Mencintaimu Dalam Diam


Tak perlu menatap, cukup dengan mendengar suaramu saja jantungku berdetak tak sama. Tanpa harus mengetahui keindahan rupamu, aku telah merasa nyaman tatkala diksimu memenuhi otak. Hatiku seketika memilihmu saat pertama kali kamu menuntunku pada celah cahaya. Aku tak butuh rasaku berbalas, cukup angin saja yang merasakan. Karena aku tahu hatimu telah terukir satu nama.
Dan itu ... bukanlah aku ...

Aku tak ingin menjadi benalu dalam ikrar sucimu dengannya. Biarlah hatiku saja yang terluka. Aku tak ingin membebanimu setitik saja.




Jumat, 14 Oktober 2016

Kata Orang Aku Pandai

PANDAI ...
Sebuah anugerah dengan padanan kata sempurna.
Siapa yang tidak menginginkan dirinya pandai? Tidak ada!
Semua orang menginginkan dirinya pandai, tak peduli sekeras apa pun mereka berusaha.
Ibuku pandai, tak pernah absen dari juara kelas, bintang kelas kesayangan semua orang.
Kata para tetangga, kepandaian ibuku menurun padaku.
Tetapi bagiku, hal itu bukanlah sebuah kehormatan. Karena yang orang katakan tidaklah sepenuhnya benar.

Sabtu, 24 September 2016

Baper Nikah, Yuk Kita Ngaca!



          Sebenarnya bingung mau nulis apa. Udah guling-guling di tempat tidur habis sholat shubuh jam lima pagi tadi. Masih juga belum nemu inspirasi. *malah curcol
            Tiba-tiba indra penglihatan menangkap kertas cantik berwarna pink yang berhiaskan ornamen pengantin. Yupp, undangan nikah. Dengan responsif, hati kecil langsung bertanya: Temanmu udah banyak yang nikah loh, giliranmu kapan? Masa didatengi undangan melulu, nyebarnya kapan? Hufftt... niatnya ingin nutup telinga rapat-rapat. Tetapi susah, tetap saja dengar rengekan si hati kecil tersebut.
Kali ini otak ikutan rese’. Tiba-tiba dia ingat percakapan teman-teman di kampus tadi. Dan masih seputar jodoh dan menikah. Dududu ... Berhubung yang cuap-cuap itu sudah pada punya pasangan untuk dibawa ke pelaminan, langsung deh saya  milih ngacirrrr. *Balada seorang jomblo. Tetapi jomblo berkualitas. Karena nunggu yang halal :p *Eaaa, alibiiii 
Penat rasanya mikirin nikah, dan nikah. Kembali kubuka layar 4,5 inc yang dua tahun ini menamani. Membuka aplikasi whatsapp dan membaca chat-chat yang baru masuk. Dannn ... isinya tak jauh berbeda kawan. Sekarang si mata juga mulai terkontamisi akibat isi chat ngomongin nikah semua. Baper lagi. Baper lagi ...