Jumat, 01 Desember 2017

Ibu itu ...



Wanita paling cerewet dan bawel setengah mati. Bawelan itu jika menyangkut kenakalan  serta ke-keras-kepala-an kami (read:keluarganya). Terkadang juga menjadi wanita paling sabar, seperti saat dulu ketika aku pertama kali masuk sekolah dasar, aku tak pernah mau masuk kelas jika tidak duduk sebangku dengan ibu, kemudian dengan kesabarannya yang tingkat dewa ibu menemaniku, menekan rasa malunya demi meminta izin kepada wali kelas agar diperbolehkan masuk kelas dan duduk menemaniku.

Wanita tegar, sudah pasti. Terbukti beliau selalu berada di dekat ayahku. Memberi support kepada ayah agar selalu bersabar menghadapi ujian-Nya. Strong woman pula, dapat menjadi sosok ayah sekaligus ibu ketika ayah sedang sakit langsung turun tangan turut memperbaiki perekonomian keluarga. 
 
Wanita setia. Kini telah 25 tahun terhitung usia pernikahannya, dan semoga selamanya akan tetap bersama. Postingan ini saya dedikasikan atas perayaan pernikahan perak keduanya. 

Wanita yang memiliki beribu alasan. Ketika awal–awal aku mulai mengendarai motor sendiri, ada saja alasan yang dilontarkan ibu agar aku selalu mau kemana–mana ditemaninya. Wanita ini penuh dengan rasa khawatir  yang berlebihan. 


Love, 
Sari 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar