Wanita
paling cerewet dan bawel setengah mati. Bawelan itu jika menyangkut
kenakalan serta ke-keras-kepala-an kami (read:keluarganya). Terkadang juga menjadi wanita
paling sabar, seperti saat dulu ketika aku pertama kali masuk sekolah dasar, aku tak pernah
mau masuk kelas jika tidak duduk sebangku dengan ibu, kemudian dengan kesabarannya
yang tingkat dewa ibu menemaniku, menekan rasa malunya demi meminta izin kepada
wali kelas agar diperbolehkan masuk kelas dan duduk menemaniku.
Wanita
tegar, sudah pasti. Terbukti beliau selalu berada di dekat ayahku. Memberi support kepada ayah
agar selalu bersabar menghadapi ujian-Nya. Strong woman pula, dapat menjadi sosok ayah sekaligus ibu ketika ayah sedang sakit langsung turun tangan turut memperbaiki perekonomian keluarga.
Wanita
setia. Kini telah 25 tahun terhitung usia pernikahannya, dan semoga selamanya
akan tetap bersama. Postingan ini saya dedikasikan atas perayaan pernikahan perak keduanya.
Wanita
yang memiliki beribu alasan. Ketika awal–awal aku mulai mengendarai motor
sendiri, ada saja alasan yang dilontarkan ibu agar aku selalu mau kemana–mana
ditemaninya. Wanita
ini penuh dengan rasa khawatir yang berlebihan.
Love,
Sari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar