Hari ini aku berlaku egois. Melakukan sebuah tindakan yang aku pikir hanya ada di sinetron sebelumnya. Aku terpaksa berbohong hanya untuk menutupi rasa sakit hati yang menikam. Ia meminta nomor telepon gadis lain padaku. Hal kecil yang sukses membuatku menjerit kesakitan. Aku tahu, tak seharusnya aku tetap menggenggam layangan putus itu, karena lambat laun angin pasti akan merenggutnya dariku secara paksa hingga membuat tanganku berdarah. Tapi bagaimana lagi aku sangat menyayangi layangan itu. Tak bisakah jika aku tetap menggenggamnya?
*Di suatu pagi yang kelabu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar