Sabtu, 02 Desember 2017

Kamu

Kamu ... 

Yang selalu kusebut dalam doaku, yang kunanti kehadirannya selalu, yang menjadi harap dalam masa depanku. Tak pernah terpikir sebelumnya jika kamu yang akan datang untuk menyempurnakan separuh agamaku.  Aku tak mau munafik, mengatakan jika kamu adalah sepenuhnya tipe idealku. Kamu bukanlah orang yang sempurna di anganku. Kasarnya, bukan kamu yang kuharapkan untuk menjadi pendamping hidupku.

Jangan marah dulu, aku belum selesai bercerita sepenuhnya padamu. Kamu memang bukan harapku, tapi kamu yang berhasil menakhlukkan hati orangtuaku. Hanya kamu yang berani datang ke keluargaku untuk melamarku. Itu adalah poin besar untukmu.

Aku yakin yang sempurna itu tidak ada. Allah telah menyiapkan jodoh bagi umatnya yang sama rata. Jika Allah mengirimkan kamu untukku, ya memang karena kamulah yang pantas. Aku tahu aku memang tidak tahu diri. Aku yang jauh dari sempurna ini mengharapkan kesempurnaan. Kita sama-sama tidak sempurna memang, tapi aku berharap jika kita bersatu nanti, ketidaksempurnaan itu akan berubah menjadi sempurna.


Love,
Sari


Jumat, 01 Desember 2017

Ibu itu ...



Wanita paling cerewet dan bawel setengah mati. Bawelan itu jika menyangkut kenakalan  serta ke-keras-kepala-an kami (read:keluarganya). Terkadang juga menjadi wanita paling sabar, seperti saat dulu ketika aku pertama kali masuk sekolah dasar, aku tak pernah mau masuk kelas jika tidak duduk sebangku dengan ibu, kemudian dengan kesabarannya yang tingkat dewa ibu menemaniku, menekan rasa malunya demi meminta izin kepada wali kelas agar diperbolehkan masuk kelas dan duduk menemaniku.

Kamis, 30 November 2017

Jodoh



Sesuatu hal akan menarik untuk disimak/didengarkan/dibaca apabila hal tersebut relate dengan pendengar/pembacanya. Hal itu pula yang akhir-akhir ini mulai saya rasakan. Dulu, saya begitu malas untuk membaca hal-hal berbau jodoh/perjodohan.  Entah itu fiksi atau bacaan nonfiksi. Walaupun tetap saya baca sebanarnya, tak dapat dipungkiri jika otak saya mengeluh, bertanya-tanya apa sih menariknya ini? mengapa banyak sekali yang membahasnya? (itu dulu ketika saya berumur belasan tahun)

Minggu, 12 November 2017

Cukup Mencintaimu Dalam Diam


Tak perlu menatap, cukup dengan mendengar suaramu saja jantungku berdetak tak sama. Tanpa harus mengetahui keindahan rupamu, aku telah merasa nyaman tatkala diksimu memenuhi otak. Hatiku seketika memilihmu saat pertama kali kamu menuntunku pada celah cahaya. Aku tak butuh rasaku berbalas, cukup angin saja yang merasakan. Karena aku tahu hatimu telah terukir satu nama.
Dan itu ... bukanlah aku ...

Aku tak ingin menjadi benalu dalam ikrar sucimu dengannya. Biarlah hatiku saja yang terluka. Aku tak ingin membebanimu setitik saja.




Jumat, 14 Oktober 2016

Kata Orang Aku Pandai

PANDAI ...
Sebuah anugerah dengan padanan kata sempurna.
Siapa yang tidak menginginkan dirinya pandai? Tidak ada!
Semua orang menginginkan dirinya pandai, tak peduli sekeras apa pun mereka berusaha.
Ibuku pandai, tak pernah absen dari juara kelas, bintang kelas kesayangan semua orang.
Kata para tetangga, kepandaian ibuku menurun padaku.
Tetapi bagiku, hal itu bukanlah sebuah kehormatan. Karena yang orang katakan tidaklah sepenuhnya benar.