Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku
ini. Salah satunya adalah; Bahagia terletak pada penerimaan kita terhadap diri
sendiri seutuhnya. Bukan karena fisik, pasangan atau materi yang berlimpah. Yah,
sepertinya kebanyakan orang bilang, kalau bukan kita yang bangga dan cinta terhadap
diri sendiri siapa lagi?
Minggu, 14 Januari 2018
Sabtu, 13 Januari 2018
Ada Tanda Tanya Besar di Kepalaku
Semua yang tampak jelas dulu, kini perlahan memudar dan hilang. Aku tidak tahu, apa penyebab dari semua kekacauan yang terjadi belakangan ini. Apakah karena aku semakin terasa jauh dari-Nya, ataukah karena akumulasi dari semua emosi lantaran banyak ekspektasi yang belum terealisasi hingga saat ini?
Aku hanya ingin kegamangan ini segera berlalu, aku ingin kembali menjadi personal yang dulu. Yang selalu optimis tanpa memedulikan suara-suara negatif dari lingkungan sekitar. Apa yang salah dengan kinerja tubuh ini? Mengapa sulit rasanya untuk berlari tanpa menengok ke belakangan lagi? Mengapa tujuan yang dulu selalu menari-nari tidak terlihat lagi?
Selasa, 02 Januari 2018
[Review Buku] – Pacarmu Belum Tentu Jodohmu – Muhammad Syafi’ie El-Bantanie
Judul Buku : Pacarmu Belum Tentu Jodohmu
Penulis : Muhammad Syafi’ie El-Bantanie
Genre : Non Fiksi
Penerbit : Wahyu Qolbu (PT Wahyumedia)
Tebal :
205 Halaman
Blurb :
Pacaran bagi kebanyakan remaja mungkin mengasyikkan.
Tapi tahukah kamu? Islam tidak mengenal pacaran. Bro/sist. Karena
pacaran merupakan perbuatan yang mendekati zina. Lebih banyak mudharat daripada
manfaatnya.
Kamu mungkin menganggap, pacarmu adalah segalanya.
Berpikir, kalau si doi udah pasti akan menjadi pendampingmu kelak.
Sampai-sampai memanggilnya pun udah Mama-Papa, bahkan nggak sedikit yang udah
berani ngelakuin hubungan intim layaknya suami-istri. Astagfirullahal adzim.
Apa kamu nganggap ini hal biasa, Bro/Sist? Hadeuh ... hadeuh ... “ Nepok
jidat.
Jumat, 08 Desember 2017
Pertanyaan Ajaib #1
Di dalam kehidupan sehari-hari, seringkali saya mendapatkan pertanyaan ajaib yang sebenarnya sukses membuat gigit jari. Karena terlalu malas untuk menjawab, maka saya putuskan untuk menuliskannya saja di sini. Mungkin nanti ke depannya, saya juga akan rajin memposting pertanyaan-pertanyaan ajaib itu.
Kamis, 07 Desember 2017
Melepas Masa Lalu
Hari ini aku berlaku egois. Melakukan sebuah tindakan yang aku pikir hanya ada di sinetron sebelumnya. Aku terpaksa berbohong hanya untuk menutupi rasa sakit hati yang menikam. Ia meminta nomor telepon gadis lain padaku. Hal kecil yang sukses membuatku menjerit kesakitan. Aku tahu, tak seharusnya aku tetap menggenggam layangan putus itu, karena lambat laun angin pasti akan merenggutnya dariku secara paksa hingga membuat tanganku berdarah. Tapi bagaimana lagi aku sangat menyayangi layangan itu. Tak bisakah jika aku tetap menggenggamnya?
*Di suatu pagi yang kelabu
Langganan:
Postingan (Atom)

